Minggu, 12 Mei 2013

Cerita apa ini aku pun tak tahu :$


          Author : Rintania F
        Mall hari ini memang tidak terlalu ramai. Memang karena hari ini adalah hari Selasa dan bukan pula tanggal merah. Aku pun berkeliling sendirian di mall. Aku ini sebenarnya masih duduk dibangku SMA, dan kenapa anak SMA ada disini padahal hari ini bukan hari libur? Yap ! Itu karena aku ini anak kelas 3 yang sedang menunggu hasil kelulusan bulan depan. Daripada bête di rumah, akhirnya aku memutuskan untuk jalan-jalan sendirian.
Tempat pertama yang aku kunjungi di mall adalah toko buku. Karena aku sangat senang membaca novel. Siapa tau ada novel yang membuatku tertarik. Saat sedang keliling mencari buku, tiba-tiba ada yang membuatku tertarik! Oh tidak! Bukan novelnya yang membuatku tertarik, tapi seorang lelaki yang tinggi tegap sedang berdiri sambil membaca komik. “omo! Kerennya!!” seruku tanpa sadar. Tiba-tiba terpikirkan sesuatu untuk bisa dekat dengannya. Aku pun segera membawa banyak buku-buku yang ada di rak dengan asal dan berniat untuk melewati lelaki yang sedang berdiri didepan rak komik sambil membacanya. “Okey, misi dimulai!!” seruku dalam hati sambil menggerak-gerakan halis dan tersenyum bangga akan ideku yang cemerlang. Hoho.  :3
Aku segera berjalan menuju lelaki tampan itu sambil membawa buku yang banyak. Sudah dekat dan segera ku senggolkan lenganku padanya seakan-akan tak sengaja dan, “bruuk!” ah! Buku-buku yang kubawa berjatuhan! Hehe, memang itu rencanaku >.<  “eh, sorry. Sini gue bantu. Lo ga apa-apa kan?” tanyanya sambil membereskan buku-bukuku yang berjatuhan, “eh, ga apa-apa kok. Udah ga apa-apa biar gue aja yang beresin,” kataku padahal itu cuma basa-basi doang. Wkwk ._. “udah ga apa-apa gue bantu. Ini juga salah gue,” katanya ramah. Omo! Senyumnya itu….manissss bangeeetttt….
Kami pun selesai membereskan buku-buku yang tadi berjatuhan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku pun langsung so akrab dengannya, “btw, sendiri aja lo?” kataku sambil menampilkan senyum manisku, siapa tau dia langsung jatuh cinta. Hahaha #ngarep. “Eh engga kok, gue…”belum selesai dia bicara tiba-tiba, “hey sayang! Kamu kemana aja? Aku cariin kamu tau daritadi. Eh taunya ada disini,” kata seorang cewek cantik berpenampilan yaa rumayan seksi dibanding penampilanku yang ‘agak culun’ niatnya sih mau berpenampilan so gaul. Tapi, apa daya culun ya tetep aja culun. Hiks. Eh tunggu ! tadi apa? Sayang? Berarti…”eh, iya maaf sayang. Aku disini aja baca komik, oya, tadi lo nanya gue sama siapa? Nih gue sama istri gue, namanya Farah,” katanya padaku. MWO? Tadi bilang apa? Istri? Aku pikir dia itu pacarnya. Kok? Dah nikah ternyata? Ahh! Daripada aku jadi orang ketiga, mending aku kabur aja, “oh iya salam kenal, eh gue kesana dulu ya! Cowo gue dah nungguin,” kataku pamit sambil meninggalkan mereka. Cowo gue dah nungguin. Padahal aku sendirian. Hiks. Bohong dikit ga apa-apa kali ya supaya rada keren dikitlah. Ups! Keingetan nih buku, padahal aku pinjem cuma buat supaya akrab sama tu cowo tapi gagal maning. Harus segera simpen nih ke tempat semula sebelum disangka mau aku beli. Ludes deh duitku kalau nih buku dibeli semua. Karena terlanjur ilfeel sama kejadian tadi, akhirnya aku pun keluar dari toko buku itu. Fiuhh! Apes dah! ~~~
~o~
Buset dah belum juga dapet buku yang aku pengen, eh keburu ada tragedi. Oke deh. Tempat mana lagi yang harus aku datangi aku pun tak tahu. Akhirnya aku lanjut keliling-keliling dulu saja. Saat sedang berkeliling, tiba-tiba terdengar alunan musik yang tak asing bagiku, “sorry sorry sorry naega naega…” ah! Itu adalah lagu favorite yang aku suka dari boyband Korea Super Junior! Wah! Aku pun melihat darimana asal lagu tersebut, dan ternyata okey, dari salah satu tempat penjualan accessories yang serba pink. Aku pun segera berjalan menuju tempat tersebut. Bukan untuk membeli , tapi untuk mendengarkan lagu favoriteku sampai habis hahaha. xD Supaya tidak terlalu menyirikan kalau aku dateng ke tempat ini cuma buat dengerin lagu favorite doang, akhirnya aku sambil melihat-lihat accessories yang ada disana. Saat sedang lihat-lihat, tanpa sengaja aku menyenggol pigura sampai jatuh! AHH! Apalagi lagi ini….dan piguranya pun pecah! “ottokae!!” kataku cemas. Lagu tadi pun sudah selesai dan saat ini aku malah terkena masalah, “mbak, maaf. Mbak harus ganti rugi,” kata salah seorang pelayan, “iya iya mbak tauu!!” kataku emosi. Padahal mah udah mecahin aku malah emosi hehe. Biarin ah daripada nampilin ekspresi malu! Jadi rada galak dikit gapapa lah. Hufff. Terpaksa uang selembar 20 ribuan aku keluarkan. Belom juga belanja, duit sebagian dah ludes tanpa mendapatkan yang diinginkan! Hahh! Apa ini karma gara-gara punya niat jahat buat cuma dengerin musik doang ketimbang beli barangnya? Ckck cape deh!
~o~
Tak terasa aku sudah berkeliling mall selama sejam. Tubuhku pun melemas, tenagaku hilang, dan tenggorokanku kering. Perut pun tak berhentinya menyanyi. Okey, ini pertanda bahwa aku harus menginjakkan kakiku ke suatu tempat dimana terdapat makanan lezaaat :9. Ada tempat makan yang membuatku tertarik dimana itu adalah tempat makanan ala Korea. Okay, langsung saja aku masuk dan mencari tempat duduk yang dekat tv nya biar bisa sambil nonton tv gratis. Kkkkk~ “annyeong hasseyo, silahkan mau pesan apa, mbak?” tiba-tiba datang seorang pelayan wanita sambil memberikan selembar menu kepadaku. Dengan gaya so iyeh belaga belagu gitu, aku pun langsung memesan, “em, saya pesan….ramyeon deh sama…lemon tea nya aja,”  hehe sudah so belagu gini aku hanya memesan sedikit. Atulah please…duitku….tadi sudah dipakai ganti rugi akibat tragedi yang amat memalukan, ckck -,- . “baik, mbak,” katanya lalu berlalu. Saat sedang menunggu, tiba-tiba kulihat seorang lelaki yang tak asing bagiku, “omo! Itu kan gebetan gue disekolah! Yang udah PHP-in gue!,” kataku spontan dan sedikit emosi. Dia juga ingin makan di tempat ini dengan pacarnya. Ckck! Tak bisa dibiarkan!! :@  Aku pun segera menutup mukaku dengan selembar menu yang diberikan pelayan tadi yang sepertinya tertinggal disini. “Aigooo….kenapa dia duduk dimeja depan gue sih?” kataku dalam hati sambil menahan emosi yang membara dalam jiwa. #lebay. “eh sayang kamu mau pesen apa?” tanyanya pada pacarnya. Sepertinya mereka memulai obrolan mereka. Aku harus segera memasang kuping kelinciku untuk mendengarkan percakapan mereka siapa tau ada yang menarik perhatianku. “Mbak, bisa lihat daftar menunya?” tanya si Rey, gebetanku itu, “oh iya mas tunggu sebentar,” tiba-tiba si pelayan menghampiriku, “mbak, maaf bisa pinjam menunya?” mampus gue! Gimana gue sembunyinya! “eh iya mbak, nih,” kataku pasrah. Ah ntah apa yang harus kukatakan saat dia melihatku disini sendirian sedangkan dia dengan pacarnya. Huaaa!!! :’(
“Eh? Lo Rinta, kan?” mampus ketawan deh! “eh iya Rey…berduaan aja lo,”kataku sedikit sinis. Gengsi dong kalo aku mesti ramah sama orang yang pernah PHP-in aku! Iuw! “eh,iya ini cewe gue, namanya Febby,” katanya tenang. Hih ! watados banget dia masih aja bisa nyengir tak bersalah. Alamak! “Oh iya,” akupun tak berniat untuk memperkenalkan diri pada pacarnya itu. Akhirnya pesananku datang. Segera aku abaikan tuh si Rey sama pacarnya yang ganjen itu. Tanpa basa-basi, aku tambahkan sambal sebanyak-banyaknya ni ramyeon. “Rin, lo suka pedes banget ya? Banyak banget tuh sambelnya,” kata Rey dan aku pun tak mengindahkannya. Langsung saja aku makan biar tak ada waktu untuk menjawab pertanyaannya. Sepertinya dia sudah tak memperhatikanku lagi. Kulihat sejenak mereka sedang berbincang-bincang dengan mesra. Dan lagi-lagi aku memasukkan beberapa sendok sambal kedalam ramyeonku. Lama-kelamaan lidahku sudah tak tahan menahan rasa pedasnya. Aku segera meminum lemon tea ku sampai habis dan kembali melanjutkan ramyeonku. “Rin? Lo ga apa-apakan? Muka lo nyampe merah gitu?” tanyanya lagi, “udahlah sayang gausah gangguin dia lagi, kasian kayaknya dia lagi patah hati sampe makan pedes sebanyak itu,” kata Febby agak sinis. Sialan tuh cewek. Awas aja ya! “Hahh! Pedes gilaaak! Mbak, minta air segelas!” seruku pada pelayan, “segalon aja, mbak! Mukanya udah kayak yang kebakaran gitu. Haha!” kata si cewek ganjen itu. Itu cewek ngajak ribut aja! Karena ga bisa nahan, aku pun berniat menghampirinya. Eits , sebelumnya, aku bersiap-siap sekalian pulang dan menyiapkan uang pas agar bisa segera kabur. Lah kabur? Yap! Karena aku akan…. “Heh cewek ganjen, apa maksud lo! Rey, sorry ya gue bersikap kayak gini karena gue udah beneran emosi! Rasain nih!” Yess! Aku pun berhasil menyirap kepala si cewek ganjen dengan segelas air minum yang tadi diberikan pelayan padaku. 1..2..3….langsung lari gue sambil ngelewat kasir dan nyimpen uang bekas makan tadi dimeja kasir langsung. Kalo lama-lama disana, bisa tambah kebakar jenggot deh. Ditambah pasti harus ngedengerin omelan si Rey atas sikapku tadi sama ceweknya. EGP lah kalau si Rey marah, toh aku pun marah sama dia yang sudah mem PHP-kan ku. Hiks.
~o~
“AH! Apes banget gue hari ini!” keluhku dengan kesal. Bagaimana tidak kesal, dari pertama masuk ni mall, udah apes gilaa.. aaa… L“ okay, jangan pikirkan yang tadi. Mending sekarang gue belanja aja dah. Wish me luck ! :’)
Aku segera mengambil keranjang dan mulai belanja sepuas-puasnya. Yippiiii!! Wow! Lagu SPY nya SuJu mengiringi kawasan pusat perbelanjaan membuatku tambah bersemangat. Waaah! Akhirnya bisa tenang juga, ga kayak tadi yang super rempong dah! Woaa! Ambil coklat sebanyak-banyaknya. Oya! Chiki juga..hihi..”wow, kayaknya ni enak buat makan sama nasi,” kataku sambil mengambil nugget ayam special. Besok aku masih libur, daripada bête, mending masak. Bikin kue ah! Okay, mari kita ke rak tempat bahan-bahan kue. Saat aku sedang melihat-lihat bahan apa yang akan aku beli, tiba-tiba, “terpesona…ku pada pandangan pertama…” itulah soundtrack yang cocok untuk hatiku saat ini. Seorang lelaki muda tampan, berkulit putih muncul disampingku yang baru saja membawa tepung terigu yang ada didekatku. Sejenak ku terpaku. Ups! Sadar Rin!! Awas lo apes lagi kayak tadi!! Okay, langsung ku lupakan kejadian tadi dan lanjut blenjong-blenjong ~
Saat sedang asyik memilih minuman, tiba-tiba kulihat seorang pria yang aku kenal, “Wah gawat! Itu kan pak Yusuf, guru matematika gue! Kayaknya segini aja ah belanjanya. Gue harus cepat-cepat keluar dari swalayan ini!” kataku cemas. Soalnya ya, paling degdegan nih kalau udah ketemu guru ditempat beginian, ditambah aku tuh paling ga bisa basa-basi sama orang tua, apalagi guru sendiri. Ckck. Aku pun segera berjalan mengendap-ngendap supaya beliau tidak melihatku, dan saat sudah berhasil melewatinya, aku pun segera berlari ke kasir. “Nih, mbak. Gausah nanya, saya ga punya member ko mbak!” kataku sebelum ditanya. Biar langsung cepat keluar dari sini takut keburu ketemu sama pak Yusuf. Huff !
“Totalnya Rp.297.000,00 mbak,” buset dah mahal bener! Kulihat dompetku tinggal hanya selembar 100.000. Malu banget sama mbak ini, tapi apa boleh buat, “mbak, hehe maaf nih ATM saya ketinggalan di rumah, dompet saya cuma ada seratus ribu nih mbak, boleh saya kurangi belanjaannya, mbak?” kataku malu-malu. “Hm, yah mbak ni gimana, yauda mbak,” kata pelayan itu mendadak sinis, “makasih, mbak,” saat ku berbalik untuk kembali ke tempat tadi, buset! Jantung mendadak berdetak kencang dan langsung ku tundukkan kepalaku. Tenyata pak Yusuf sedang mengantri dibelakangku! Aku pun segera berlari sambil menundukkan kepala. Untung beliau tak menyadari kehadiranku. Fuihh! Leganya. Oke, swalayan dah aman. Aku pun mengembalikan sebagian belanjaanku ke tempat semula sampai total harganya mencukupi uang yang ku punya. Sungguh hari yang melelahkan.
~o~
“Woaa!! Harusnya hari ini adalah hari yang menyenangkan buat gue sendiri. Tapi kok malah apes dari awal ampe akhir. Okey dah hari ini waktunya pulaaaaang!!!” sedikit jengkel tapi hari ini cukup menghibur. Kalo dipikir-pikir lucu juga hari ini. Dari rencana kenalan sama cowo cakep, mecahin barang toko, ngerjain cewek ganjen, kurang uang saat belanja, ampe menghindari Pak Yusuf!! Hah! Gilaak juga ya aku ini!! Tapi tak apalah. Lalu, aku pun melanjutkan perjalanan pulang dengan naik angkot. Jalan-jalan sendirian itu menyenangkan. “God, thanks for today…” :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar