Author : Rintania F
Mall
hari ini memang tidak terlalu ramai. Memang karena hari ini adalah hari Selasa
dan bukan pula tanggal merah. Aku pun berkeliling sendirian di mall. Aku ini
sebenarnya masih duduk dibangku SMA, dan kenapa anak SMA ada disini padahal
hari ini bukan hari libur? Yap ! Itu karena aku ini anak kelas 3 yang sedang
menunggu hasil kelulusan bulan depan. Daripada bête di rumah, akhirnya aku
memutuskan untuk jalan-jalan sendirian.
Tempat pertama yang aku kunjungi di mall adalah toko
buku. Karena aku sangat senang membaca novel. Siapa tau ada novel yang membuatku
tertarik. Saat sedang keliling mencari buku, tiba-tiba ada yang membuatku
tertarik! Oh tidak! Bukan novelnya yang membuatku tertarik, tapi seorang lelaki
yang tinggi tegap sedang berdiri sambil membaca komik. “omo! Kerennya!!” seruku
tanpa sadar. Tiba-tiba terpikirkan sesuatu untuk bisa dekat dengannya. Aku pun
segera membawa banyak buku-buku yang ada di rak dengan asal dan berniat untuk
melewati lelaki yang sedang berdiri didepan rak komik sambil membacanya. “Okey,
misi dimulai!!” seruku dalam hati sambil menggerak-gerakan halis dan tersenyum
bangga akan ideku yang cemerlang. Hoho.
:3
Aku segera berjalan menuju lelaki tampan itu sambil
membawa buku yang banyak. Sudah dekat dan segera ku senggolkan lenganku padanya
seakan-akan tak sengaja dan, “bruuk!” ah! Buku-buku yang kubawa berjatuhan!
Hehe, memang itu rencanaku >.< “eh, sorry. Sini gue bantu. Lo ga apa-apa
kan?” tanyanya sambil membereskan buku-bukuku yang berjatuhan, “eh, ga apa-apa
kok. Udah ga apa-apa biar gue aja yang beresin,” kataku padahal itu cuma
basa-basi doang. Wkwk ._. “udah ga apa-apa gue bantu. Ini juga salah gue,” katanya
ramah. Omo! Senyumnya itu….manissss bangeeetttt….
Kami pun selesai membereskan buku-buku yang tadi
berjatuhan. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, aku pun langsung so akrab
dengannya, “btw, sendiri aja lo?” kataku sambil menampilkan senyum manisku,
siapa tau dia langsung jatuh cinta. Hahaha #ngarep. “Eh engga kok, gue…”belum
selesai dia bicara tiba-tiba, “hey sayang! Kamu kemana aja? Aku cariin kamu tau
daritadi. Eh taunya ada disini,” kata seorang cewek cantik berpenampilan yaa
rumayan seksi dibanding penampilanku yang ‘agak culun’ niatnya sih mau
berpenampilan so gaul. Tapi, apa daya culun ya tetep aja culun. Hiks. Eh tunggu
! tadi apa? Sayang? Berarti…”eh, iya maaf sayang. Aku disini aja baca komik,
oya, tadi lo nanya gue sama siapa? Nih gue sama istri gue, namanya Farah,” katanya
padaku. MWO? Tadi bilang apa? Istri? Aku pikir dia itu pacarnya. Kok? Dah nikah
ternyata? Ahh! Daripada aku jadi orang ketiga, mending aku kabur aja, “oh iya
salam kenal, eh gue kesana dulu ya! Cowo gue dah nungguin,” kataku pamit sambil
meninggalkan mereka. Cowo gue dah
nungguin. Padahal aku sendirian. Hiks. Bohong dikit ga apa-apa kali ya
supaya rada keren dikitlah. Ups! Keingetan nih buku, padahal aku pinjem cuma
buat supaya akrab sama tu cowo tapi gagal maning. Harus segera simpen nih ke
tempat semula sebelum disangka mau aku beli. Ludes deh duitku kalau nih buku
dibeli semua. Karena terlanjur ilfeel sama kejadian tadi, akhirnya aku pun
keluar dari toko buku itu. Fiuhh! Apes dah! ~~~
~o~
Buset dah belum juga dapet buku yang aku pengen, eh
keburu ada tragedi. Oke deh. Tempat mana lagi yang harus aku datangi aku pun
tak tahu. Akhirnya aku lanjut keliling-keliling dulu saja. Saat sedang
berkeliling, tiba-tiba terdengar alunan musik yang tak asing bagiku, “sorry sorry sorry naega naega…” ah! Itu
adalah lagu favorite yang aku suka dari boyband Korea Super Junior! Wah! Aku
pun melihat darimana asal lagu tersebut, dan ternyata okey, dari salah satu
tempat penjualan accessories yang serba pink. Aku pun segera berjalan menuju
tempat tersebut. Bukan untuk membeli , tapi untuk mendengarkan lagu favoriteku
sampai habis hahaha. xD Supaya tidak terlalu menyirikan kalau aku dateng ke
tempat ini cuma buat dengerin lagu favorite doang, akhirnya aku sambil
melihat-lihat accessories yang ada disana. Saat sedang lihat-lihat, tanpa
sengaja aku menyenggol pigura sampai jatuh! AHH! Apalagi lagi ini….dan
piguranya pun pecah! “ottokae!!” kataku cemas. Lagu tadi pun sudah selesai dan
saat ini aku malah terkena masalah, “mbak, maaf. Mbak harus ganti rugi,” kata
salah seorang pelayan, “iya iya mbak tauu!!” kataku emosi. Padahal mah udah
mecahin aku malah emosi hehe. Biarin ah daripada nampilin ekspresi malu! Jadi
rada galak dikit gapapa lah. Hufff. Terpaksa uang selembar 20 ribuan aku
keluarkan. Belom juga belanja, duit sebagian dah ludes tanpa mendapatkan yang
diinginkan! Hahh! Apa ini karma gara-gara punya niat jahat buat cuma dengerin musik
doang ketimbang beli barangnya? Ckck cape deh!
~o~
Tak terasa aku sudah berkeliling mall selama sejam.
Tubuhku pun melemas, tenagaku hilang, dan tenggorokanku kering. Perut pun tak
berhentinya menyanyi. Okey, ini pertanda bahwa aku harus menginjakkan kakiku ke
suatu tempat dimana terdapat makanan lezaaat :9. Ada tempat makan yang
membuatku tertarik dimana itu adalah tempat makanan ala Korea. Okay, langsung
saja aku masuk dan mencari tempat duduk yang dekat tv nya biar bisa sambil nonton
tv gratis. Kkkkk~ “annyeong hasseyo, silahkan mau pesan apa, mbak?” tiba-tiba
datang seorang pelayan wanita sambil memberikan selembar menu kepadaku. Dengan
gaya so iyeh belaga belagu gitu, aku pun langsung memesan, “em, saya
pesan….ramyeon deh sama…lemon tea nya aja,”
hehe sudah so belagu gini aku hanya memesan sedikit. Atulah
please…duitku….tadi sudah dipakai ganti rugi akibat tragedi yang amat
memalukan, ckck -,- . “baik, mbak,” katanya lalu berlalu. Saat sedang menunggu,
tiba-tiba kulihat seorang lelaki yang tak asing bagiku, “omo! Itu kan gebetan
gue disekolah! Yang udah PHP-in gue!,” kataku spontan dan sedikit emosi. Dia
juga ingin makan di tempat ini dengan pacarnya. Ckck! Tak bisa dibiarkan!!
:@ Aku pun segera menutup mukaku dengan
selembar menu yang diberikan pelayan tadi yang sepertinya tertinggal disini.
“Aigooo….kenapa dia duduk dimeja depan gue sih?” kataku dalam hati sambil
menahan emosi yang membara dalam jiwa. #lebay. “eh sayang kamu mau pesen apa?”
tanyanya pada pacarnya. Sepertinya mereka memulai obrolan mereka. Aku harus
segera memasang kuping kelinciku untuk mendengarkan percakapan mereka siapa tau
ada yang menarik perhatianku. “Mbak, bisa lihat daftar menunya?” tanya si Rey,
gebetanku itu, “oh iya mas tunggu sebentar,” tiba-tiba si pelayan
menghampiriku, “mbak, maaf bisa pinjam menunya?” mampus gue! Gimana gue sembunyinya! “eh iya mbak, nih,” kataku
pasrah. Ah ntah apa yang harus kukatakan saat dia melihatku disini sendirian
sedangkan dia dengan pacarnya. Huaaa!!! :’(
“Eh? Lo Rinta, kan?” mampus ketawan deh! “eh iya Rey…berduaan
aja lo,”kataku sedikit sinis. Gengsi dong kalo aku mesti ramah sama orang yang
pernah PHP-in aku! Iuw! “eh,iya ini cewe gue, namanya Febby,” katanya tenang. Hih
! watados banget dia masih aja bisa nyengir tak bersalah. Alamak! “Oh iya,” akupun
tak berniat untuk memperkenalkan diri pada pacarnya itu. Akhirnya pesananku
datang. Segera aku abaikan tuh si Rey sama pacarnya yang ganjen itu. Tanpa basa-basi,
aku tambahkan sambal sebanyak-banyaknya ni ramyeon. “Rin, lo suka pedes banget
ya? Banyak banget tuh sambelnya,” kata Rey dan aku pun tak mengindahkannya. Langsung
saja aku makan biar tak ada waktu untuk menjawab pertanyaannya. Sepertinya dia
sudah tak memperhatikanku lagi. Kulihat sejenak mereka sedang
berbincang-bincang dengan mesra. Dan lagi-lagi aku memasukkan beberapa sendok
sambal kedalam ramyeonku. Lama-kelamaan lidahku sudah tak tahan menahan rasa
pedasnya. Aku segera meminum lemon tea ku sampai habis dan kembali melanjutkan
ramyeonku. “Rin? Lo ga apa-apakan? Muka lo nyampe merah gitu?” tanyanya lagi, “udahlah
sayang gausah gangguin dia lagi, kasian kayaknya dia lagi patah hati sampe
makan pedes sebanyak itu,” kata Febby agak sinis. Sialan tuh cewek. Awas aja
ya! “Hahh! Pedes gilaaak! Mbak, minta air segelas!” seruku pada pelayan, “segalon
aja, mbak! Mukanya udah kayak yang kebakaran gitu. Haha!” kata si cewek ganjen
itu. Itu cewek ngajak ribut aja! Karena ga bisa nahan, aku pun berniat
menghampirinya. Eits , sebelumnya, aku bersiap-siap sekalian pulang dan
menyiapkan uang pas agar bisa segera kabur. Lah kabur? Yap! Karena aku akan…. “Heh
cewek ganjen, apa maksud lo! Rey, sorry ya gue bersikap kayak gini karena gue
udah beneran emosi! Rasain nih!” Yess! Aku pun berhasil menyirap kepala si
cewek ganjen dengan segelas air minum yang tadi diberikan pelayan padaku.
1..2..3….langsung lari gue sambil ngelewat kasir dan nyimpen uang bekas makan
tadi dimeja kasir langsung. Kalo lama-lama disana, bisa tambah kebakar jenggot
deh. Ditambah pasti harus ngedengerin omelan si Rey atas sikapku tadi sama
ceweknya. EGP lah kalau si Rey marah, toh aku pun marah sama dia yang sudah mem
PHP-kan ku. Hiks.
~o~
“AH! Apes banget gue hari ini!” keluhku dengan kesal.
Bagaimana tidak kesal, dari pertama masuk ni mall, udah apes gilaa.. aaa… L“
okay, jangan pikirkan yang tadi. Mending sekarang gue belanja aja dah. Wish me
luck ! :’)
Aku segera mengambil keranjang dan mulai belanja
sepuas-puasnya. Yippiiii!! Wow! Lagu SPY nya SuJu mengiringi kawasan pusat
perbelanjaan membuatku tambah bersemangat. Waaah! Akhirnya bisa tenang juga, ga
kayak tadi yang super rempong dah! Woaa! Ambil coklat sebanyak-banyaknya. Oya! Chiki
juga..hihi..”wow, kayaknya ni enak buat makan sama nasi,” kataku sambil
mengambil nugget ayam special. Besok aku masih libur, daripada bête, mending
masak. Bikin kue ah! Okay, mari kita ke rak tempat bahan-bahan kue. Saat aku
sedang melihat-lihat bahan apa yang akan aku beli, tiba-tiba, “terpesona…ku pada pandangan pertama…” itulah
soundtrack yang cocok untuk hatiku saat ini. Seorang lelaki muda tampan,
berkulit putih muncul disampingku yang baru saja membawa tepung terigu yang ada
didekatku. Sejenak ku terpaku. Ups! Sadar Rin!! Awas lo apes lagi kayak tadi!! Okay,
langsung ku lupakan kejadian tadi dan lanjut blenjong-blenjong ~
Saat sedang asyik memilih minuman, tiba-tiba kulihat
seorang pria yang aku kenal, “Wah gawat! Itu kan pak Yusuf, guru matematika
gue! Kayaknya segini aja ah belanjanya. Gue harus cepat-cepat keluar dari
swalayan ini!” kataku cemas. Soalnya ya, paling degdegan nih kalau udah ketemu
guru ditempat beginian, ditambah aku tuh paling ga bisa basa-basi sama orang
tua, apalagi guru sendiri. Ckck. Aku pun segera berjalan mengendap-ngendap
supaya beliau tidak melihatku, dan saat sudah berhasil melewatinya, aku pun
segera berlari ke kasir. “Nih, mbak. Gausah nanya, saya ga punya member ko mbak!”
kataku sebelum ditanya. Biar langsung cepat keluar dari sini takut keburu
ketemu sama pak Yusuf. Huff !
“Totalnya Rp.297.000,00 mbak,” buset dah mahal
bener! Kulihat dompetku tinggal hanya selembar 100.000. Malu banget sama mbak
ini, tapi apa boleh buat, “mbak, hehe maaf nih ATM saya ketinggalan di rumah,
dompet saya cuma ada seratus ribu nih mbak, boleh saya kurangi belanjaannya,
mbak?” kataku malu-malu. “Hm, yah mbak ni gimana, yauda mbak,” kata pelayan itu
mendadak sinis, “makasih, mbak,” saat ku berbalik untuk kembali ke tempat tadi,
buset! Jantung mendadak berdetak kencang dan langsung ku tundukkan kepalaku. Tenyata
pak Yusuf sedang mengantri dibelakangku! Aku pun segera berlari sambil
menundukkan kepala. Untung beliau tak menyadari kehadiranku. Fuihh! Leganya. Oke,
swalayan dah aman. Aku pun mengembalikan sebagian belanjaanku ke tempat semula
sampai total harganya mencukupi uang yang ku punya. Sungguh hari yang
melelahkan.
~o~
“Woaa!! Harusnya hari ini adalah hari yang
menyenangkan buat gue sendiri. Tapi kok malah apes dari awal ampe akhir. Okey dah
hari ini waktunya pulaaaaang!!!” sedikit jengkel tapi hari ini cukup menghibur.
Kalo dipikir-pikir lucu juga hari ini. Dari rencana kenalan sama cowo cakep,
mecahin barang toko, ngerjain cewek ganjen, kurang uang saat belanja, ampe
menghindari Pak Yusuf!! Hah! Gilaak juga ya aku ini!! Tapi tak apalah. Lalu, aku
pun melanjutkan perjalanan pulang dengan naik angkot. Jalan-jalan sendirian itu
menyenangkan. “God, thanks for today…” :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar